Senin, 17 Desember 2007

SISTEM INFORMASI ( Bagian 2 )

Linus Torvalds, Siapa Sih Sampean ?

SEJARAH selalu mencatat, orang-orang besar mencapai kesuksesannya dengan bekerja keras tanpa mengenal putus asa dan mereka menikmati pekerjaan tersebut. Sebut saja Linus Torvalds, seorang genius yang semenjak kecil akrab dengan komputer ini, berhasil menciptakan sistem operasi yang kita kenal dengan nama Linux, sebuah sistem operasi masa depan yang katanya bakal menggoyang imperium Microsoft dengan Windows-nya.

Sistem operasi ciptaan Linus ini menarik banyak perhatian orang di awal milenium 21. Yang menarik dari Linux adalah sifatnya yang free dan open source dalam artian untuk memilikinya kita tidak perlu membayar lisensi, cukup hanya membayar biaya distribusinya.

Open source berarti (kode) sumber yang terbuka. Sumber yang dimaksud di sini adalah source code (kode sumber) dari sebuah software (perangkat lunak), baik itu berupa kode-kode bahasa pemrograman maupun dokumentasi dari software tersebut. Karena sifatnya yang open source itulah, Linux dapat dikembangkan oleh banyak programmer di dunia sehingga semakin hari, kualitasnya semakin baik. Berbeda dengan Windows yang memang ditujukan untuk komersial sehingga source code-nya tidak diberikan. Keputusannya untuk menggratiskan dan membebaskan source code linux membuat Linus menjadi sosok pahlawan di dunia software yang saat ini sudah sangat bernuansa kapitalisme dan bisnis semata.

linus.JPG

TOKOH genius ini dilahirkan di Helsinki, Finlandia, pada tanggal 28 Desember 1969. Dalam usianya yang ke-10, Linus sudah mulai memprogram komputer, dengan menggunakan komputer milik kakeknya, Commodore VIC-20. Pada tahun 1988 Linus diterima menjadi mahasiswa di Universitas Helsinki, Finlandia. Pada tahun 1991, Linus membeli PC (Personal Computer) pertamanya yang saat itu masih menggunakan MS-DOS (Disk Operation System, sistem operasi buatan Microsoft).

Berikut ini adalah email asli hasil capture dari maillis atas kebenaran peluncuran awal Linux Versi 1.0 (Red. Deden)

email-linux.JPG

Namun Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi UNIX, seperti yang digunakan pada komputer milik universitasnya. Sistem operasi UNIX merupakan sistem operasi yang banyak digunakan dalam jaringan komputer karena sifatnya yang independen terhadap berbagai tipe mesin. Akhirnya, dia memutuskan untuk menciptakan versi yang bisa digunakan untuk PC dari UNIX.

Kerja keras selama berbulan-bulan menghasilkan cikal-bakal dari sistem operasi yang dikenal sebagai Linux, yang kelak delapan tahun kemudian dikembangkan menjadi apa yang dikatakan oleh banyak pengamat sebagai ancaman bagi raksasa Microsoft yang sangat dikenal dengan sistem operasi Windowsnya.

Linux sangat mirip dengan sistem UNIX, hal ini karena kompatibilitas dengan UNIX merupakan tujuan utama desain dari projek Linux.

Perkembangan Linux dimulai pada tahun 1991, ketika Linus Torvalds yang masih mahasiswa di Finlandia menulis Linux, untuk prosesor 80386, prosesor 32-bit pertama dalam kumpulan CPU intel yang cocok untuk PC. Awalnya Linus membuat Linux sendiri sebagai hobi, karena ia ingin menjalankan sistem operasi semacam UNIX dalam komputer 386-nya (angka 386 merupakan nomor seri mikroprosesor intel jauh sebelum Pentium diproduksi). Dari hasil kerjanya lahirlah Linux versi 0.01, yang sebenarnya masih belum bisa disebut sebuah sistem operasi.

Setelah mengalami perbaikan, jadilah Linux versi 0.02, yang notabene adalah Linux resmi versi pertama yang diumumkan pada publik. Linus mengumumkan source code Linux pada tanggal 5 Oktober 1991. Dia merilis source code-nya, yang berarti semua orang yang memiliki pengetahuan tentang pemograman komputer dapat memodifikasi Linux untuk disesuaikan dengan tujuan mereka masing-masing.

Linux segera memiliki banyak pendukung yang antusias karena mereka dapat memiliki akses ke source code-nya, dan dapat menolong Linus untuk memperbaiki dan menyempurnakan software tersebut.

Projek Linux ini mendapatkan perhatian dari para programer di seluruh dunia yang kemudian turut berpartisipasi membangun Linux. Perkembangan Linux berlangsung dengan sangat pesat hingga saat ini.

Ada perbedaan yang cukup kentara antara sistem operasi Linux dan Windows. Mengoperasikan Linux membutuhkan kecerdasan teknik yang cukup, sebab mengoperasikannya tidak semudah menggunakan sistem operasi yang lebih populer, seperti Windows, Mac milik Apple Computer, atau OS/2 milik IBM. Sehingga pernah salah seorang dosen di Departemen Elektro ITB mengatakan, mahasiswa ITB seharusnya menggunakan Linux karena lebih membutuhkan kecerdasan dalam pengoperasiannya yang mana hal itu akan mengasah logika.

Kesuksesan Linux membuat beberapa perusahaan software raksasa ramai-ramai mengumumkan untuk hijrah dan ikut mensupport Linux seperti Netscape Communication, Corel, Intel dan Oracle. Akibatnya muncul stigma telah terjadi perang bintang antara Linux dan Windows serta Linus sebagai pencipta Linux digambarkan sebagai David yang maju melawan raksasa Bill ‘Goliath’ Gates, pendiri dan CEO Microsoft.

Masalah utama yang dihadapi Linux dahulu adalah interface yang berupa teks (text based interface) sehingga membuat orang awam tidak tertarik menggunakan Linux, karena harus mempelajari terlebih dahulu untuk dapat mengerti cara penggunaannya. Tetapi keadaan ini sudah mulai berubah dengan kehadiran KDE dan GNOME.

Keduanya memiliki tampilan desktop yang menarik sehingga mengubah persepsi dunia tentang Linux. Apalagi saat ini sudah banyak distribusi Linux yang memiliki tampilan seperti Windows (Xwindows) seperti Red Hat, Debian, Mandrake dan Slackware yang memiliki ciri khasnya masing-masing.

Selain itu Linux juga diadaptasi ke banyak bahasa seperti misalnya Linux Trustix Merdeka di Indonesia, Vine Linux di Jepang, RedFlag Linux di Cina, dll.

Linux di negara-negara berkembang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Harga perangkat lunak (misalkan sebuah sistem operasi) bisa mencapai 100 dolar AS atau lebih. Di negara yang rata-rata penghasilan per tahun adalah 200-300 dolar AS, nilai 100 dolar AS sangatlah besar. Dengan adanya Linux, semua berubah. Karena Linux dapat digunakan pada komputer yang sehingga dia menjadi alternatif cocok bagi komputer beranggaran kecil. Di negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin, Linux adalah jalan keluar bagi penggemar komputer.

Pemanfaatan Linux juga sudah diterapkan pada superkomputer seperti The Tetragrid, sebuah megakomputer dari Amerika yang dapat menghitung lebih dari 13 triliun kalkulasi per detik atau tepatnya 13,6 TeraFLOPS (FLoating Operations Per Second). Tetragrid dapat dimanfaatkan untuk mencari solusi dari masalah matematika kompleks dan simulasi, dari astronomi dan riset kanker hingga ramalan cuaca.

Lalu Evolocity, juga dari Amerika, dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 9.2 TeraFLOPS menjadikannya sebagai salah satu dari lima superkomputer tercepat di dunia.

Jika melihat ke depan, kemungkinan Linux akan menjadi sistem operasi yang paling dominan bukanlah suatu hal yang mustahil. Karena semua kelebihan yang dimilikinya, setiap hari semakin banyak orang di dunia yang mulai berpaling ke Linux dan meninggalkan Microsoft.

Masih teringat di benak penulis ketika undang-undang tentang Hak Kekayaan Intelektual diberlakukan beberapa waktu lalu, perusahaan tempat penulis melakukan kerja praktik, dalam dua hari segera mengganti sistem operasi Windows yang kebanyakan bajakan dengan sistem Linux. Karena membeli software Windows yang resmi jauh lebih mahal dibanding menggunakan Linux. Toh kinerja Linux juga tidak kalah dengan Windows.

Satu hal lagi yang menarik dari Linux adalah logonya yang berupa pinguin yang bernama ”Tux”. Logo yang lucu ini memiliki sejarah yang unik. Awalnya, tidak ada logo yang dipilih untuk Linux, namun pada waktu Linus berlibur di daerah Selatan. Dia bertemu seekor pinguin yang menggigit jarinya. Kejadian yang lucu ini merupakan awal terpilihnya pinguin sebagai logo Linux.

Tux adalah hasil karya seniman Larry Ewing pada waktu para pengembang merasa Linux sudah memerlukan sebuah logo (1996), dan nama yang terpilih adalah dari usulan James Hughes yaitu “(T)orvalds (U)ni(X) — TUX!”. Lengkaplah sudah logo dari Linux, yaitu seekor pinguin bernama Tux.

Hingga sekarang logo Linux yaitu Tux sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia. Orang lebih mudah mengenal segala produk yang berbau Linux hanya dengan melihat logo yang unik nan lucu hasil kerja sama seluruh komunitas Linux di seluruh dunia. Nah, jika Anda membutuhkan sistem operasi yang gratis dan memiliki kemampuan setara Windows, Linux adalah pilihan yang tepat. Kehadiran Linus Torvalds dalam kancah era informatika ini akan menjadi sosok yang dapat disetarakan dengan para ilmuwan komputer terdahulu seperti Von Neumann, Berners Lee, dll.***


Tidak ada komentar: